![]() |
| Bakal Calon Kepala Desa Labuhan Pandan, Kecamatan Sambelia, Supiandi saat memberikan keterangan pada media (foto/istimewa) |
SUARANUSRA.COM – Bakal Calon Kepala Desa Labuhan Pandan, Kecamatan Sambelia, Supiandi, menegaskan komitmennya untuk membangun desa melalui kolaborasi lintas sektor.
Pria berusia 36 tahun ini mengaku terdorong maju dalam Pilkades karena melihat masih adanya ketimpangan sosial yang dirasakan masyarakat.
"Yang melatarbelakangi saya maju menjadi Kepala Desa adalah ketimpangan sosial yang terjadi di tengah masyarakat Labuhan Pandan. Maka dari itu, saya ingin berbuat untuk masyarakat, apalagi background saya adalah politisi. Sehingga tercetus keinginan saya untuk menjadi kepala desa di Labuhan Pandan," ujarnya.
Supiandi menuturkan, dirinya selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Menurutnya, keterlibatan itu menjadi titik awal yang menguatkan niatnya untuk berkontribusi lebih besar melalui pemerintahan desa.
Supiandi menilai, Desa Labuhan Pandan memiliki potensi besar di sektor pariwisata, kelautan, pertanian, dan UMKM yang belum tergarap secara maksimal. Karena itu, ia berencana mengembangkan sektor-sektor tersebut melalui kolaborasi semua pihak.
"Berbekal relasi yang saya miliki, maka akan kami maksimalkan itu untuk kesejahteraan masyarakat," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya hilirisasi produk desa. Menurutnya, sumber daya yang ada harus memiliki industri turunan, seperti pisang yang bisa diolah menjadi produk turunan melalui BUMDes. Selama ini, hasil bumi desa dijual ke luar daerah dengan harga sangat murah.
"Jadi dana desa itu harus kita jadikan sebagai lokomotif utama dalam menggerakkan ekonomi masyarakat," tegasnya.
Di bidang kesehatan, Supiandi mengaku bersama timnya sering membantu masyarakat Labuhan Pandan, terutama mereka yang membutuhkan proses operasi. Bantuan tersebut diberikan agar masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dengan lebih mudah.
Sementara di sektor laut, baik untuk nelayan maupun pariwisata, ia menyoroti masih kurangnya fasilitas. Bahkan, masih ada nelayan yang menggunakan dayung karena tidak memiliki mesin.
"Tentu dengan fakta itu, kesejahteraan nelayan kami akan kurang," ujarnya.
Supiandi menyadari, dengan adanya efisiensi anggaran dana desa, pembangunan infrastruktur tidak bisa sepenuhnya mengandalkan dana desa. Karena itu, ia berencana mengoptimalkan jaringan yang dimilikinya di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat untuk menarik dana pembangunan ke Labuhan Pandan.
"Kami akan tarik dana itu ke Labuhan Pandan untuk membangun desa tercinta kami," paparnya.
Di akhir pernyataannya, Supiandi berharap masyarakat Labuhan Pandan dapat bersama-sama berikhtiar mewujudkan perubahan.
"Saya berharap kepada masyarakat Labuhan Pandan untuk bersama-sama berikhtiar," pungkasnya. (SN/05)

Comments