![]() |
| Salah satu sudut kegiatan pengembangan resort di Teluk Ekas (foto/istimewa) |
SUARANUSRA.COM – Industri pariwisata di kawasan Ekas, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, menunjukkan geliat positif dengan hadirnya wajah baru bagi salah satu destinasi akomodasi terkenal di kawasan tersebut. Ekasbreaks, yang sebelumnya dimiliki oleh empat investor asal Prancis, kini resmi diakuisisi oleh dua putra daerah Lombok, yaitu Adi Isnaini dan Busran Ekamayadi.
Keterangan yang diperoleh media pada Jumat (7/8) menyebutkan bahwa transisi kepemilikan ini langsung diikuti dengan langkah strategis berupa renovasi besar-besaran dan rebranding menjadi Windy Ekasbreaks Resort & Villa. Adi Isnaini, yang dikenal sebagai praktisi kontraktor serta desain hotel dan vila, berkolaborasi dengan Busran Ekamayadi, praktisi dan akademisi perhotelan yang saat ini tengah menempuh pendidikan doktor (S3) pada Program Doktor Terapan Bisnis Pariwisata.
Transformasi ini tidak hanya mengubah nama, tetapi juga meningkatkan kualitas fasilitas secara signifikan. Pengembangan tahap awal mencakup penambahan 7 unit Private Pool Villa dan sebuah ruang pertemuan (meeting hall) yang dapat dimanfaatkan oleh instansi pemerintah maupun swasta untuk berbagai kegiatan, mulai dari rapat, pelatihan, hingga corporate event.
"Setelah pengembangan selesai, resort ini akan memiliki total 12 unit bungalow dan 13 unit Private Pool Villa, sehingga mampu menawarkan pengalaman menginap yang lebih eksklusif, nyaman, dan berkelas bagi wisatawan domestik maupun mancanegara," ujar Ekamayadi. Proyek renovasi tersebut ditargetkan rampung dalam waktu enam bulan.
Keunggulan utama Windy Ekasbreaks Resort & Villa terletak pada komitmennya mengusung konsep Eco Design dan Community-Based Tourism (CBT). Seluruh pengembangan diarahkan pada prinsip akomodasi ramah lingkungan, mulai dari efisiensi energi, pemanfaatan material berkelanjutan, hingga pengelolaan kawasan yang selaras dengan alam.
Di sisi lain, konsep Community-Based Tourism dirancang untuk melibatkan masyarakat lokal secara aktif dalam rantai ekonomi pariwisata. Mulai dari penyediaan tenaga kerja, produk UMKM, hasil pertanian dan perikanan, hingga atraksi budaya, semuanya diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh warga sekitar.
Adi Isnaini dan Busran Ekamayadi berharap kehadiran Windy Ekasbreaks Resort & Villa tidak hanya menjadi ikon baru pariwisata di kawasan Teluk Ekas, tetapi juga menjadi contoh pengembangan resort yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat lokal.
"Kami ingin membangun sebuah destinasi yang bukan hanya indah untuk dikunjungi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Pariwisata harus mampu tumbuh bersama masyarakat dan tetap menjaga kelestarian alam sebagai aset utama daerah," ujar keduanya.
Dengan konsep baru tersebut, Windy Ekasbreaks Resort & Villa diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata di kawasan selatan Lombok Timur, memperpanjang lama tinggal wisatawan, membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan perputaran ekonomi lokal, serta memberikan kontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata berkelanjutan. (SN/02)

Comments