Ketua BAZNAS Lombok Timur, HM. Kamli saat memberikan keterangan pada media seusai mengikuti agenda rapat dengan unsur Pimpinan dan Ketua FRAKSI DPRD Lombok Timur (foto/istimewa)


SUARANUSRA.COM – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lombok Timur, HM. Kamli, dengan tegas membantah pernyataan salah satu anggota Dewan Syar'i BAZNAS Lombok Timur, TGH. Husairi, yang menyebut bahwa anggota DPRD tidak pernah menyalurkan Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) ke lembaga yang dipimpinnya.

"Jadi tadi saya langsung klarifikasi dengan tegas, bahwa pernyataan salah satu Dewan Syar'i beberapa hari lalu itu sama sekali tidak benar," ujar Kamli seusai rapat dengan Pimpinan dan Ketua Fraksi DPRD Lombok Timur, Senin (13/07/2026).

Kamli menegaskan, seluruh anggota DPRD Lombok Timur justru rutin menyalurkan ZIS setiap bulan kepada BAZNAS tanpa terkecuali. "Jadi anggota DPRD Lombok Timur itu rutin setiap bulan menyalurkan ZIS-nya ke kami. Untuk datanya ada di bagian data. Jadi saya tegaskan lagi, pernyataan TGH Husairi itu tidak benar," tegasnya.

Ketika ditanya mengenai koordinasi antara Pimpinan dan Dewan Syar'i BAZNAS terkait pola hubungan organisasi dan akses informasi, Kamli tidak memberikan jawaban gamblang. 

Ia hanya menjelaskan bahwa Dewan Syar'i terdiri atas 11 orang tokoh agama yang merupakan representasi dari organisasi keagamaan di Lombok Timur, dengan fungsi memberikan fatwa terkait kebijakan yang akan diambil BAZNAS.

Kamli pun berkilah bahwa pernyataan Husairi merupakan pendapat pribadi, bukan sikap resmi Dewan Syar'i. "Terkait dengan statement TGH Husairi itu adalah pernyataan pribadi bukan dari Dewan Syar'i. Dan perlu digarisbawahi, acara tausiyah itu tidak masuk dalam rundown kegiatan," kilahnya.

Sebelumnya, TGH. Husairi menyampaikan pernyataan tersebut saat memberikan tausiyah kepada masyarakat sembari menunggu kedatangan Kapolda NTB yang molor untuk membagikan santunan.

Sementara itu,  Ketua DPRD Lombok Timur, M Yusri mengaku kecewa dengan pernyataan salah satu Dewan Syar'i beberapa hari lalu. Padahal dia mengakui jika hubungan antara DPRD dan BAZNAS secara kelembagaan saat ini sangat baik.

"Pastinya kami kecewa dengan pernyataan itu, sabab kami di sini setiap bulan rutin dipotong penghasilannya 2,5 persen oleh BAZNAS, karena kami sadar itu adalah kewajiban," tegasnya.

Disampaikan politisi Gerindra itu, pihaknya sudah meminta kepada Kamli untuk menguatkan harmonisasi dan keakuratan data dan informasi di internal BAZNAS. Agar pesan yang disampaikan sesuai dengan fakta.

Dengan tegas, dirinya pun mengatakan jika pihaknya sudah meminta evaluasi kepada Husairi, lantaran ungkapan yang disampaikannya mencoreng citra lembaga legislatif di muka publik.

"Kami sudah minta yang bersangkutan untuk dievaluasi," tandasnya. (SN/03)