Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin saat memberikan keterangan (foto/istimewa)


SUARANUSRA.COM -  Menanggapi peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Bupati Lombok Barat (20/07) kemarin, Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin meminta jajarannya untuk menjadikannya sebagai pelajaran dengan bekerja sesuai aturan.

"Apa yang terjadi di Lombok Barat itu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Jangan sampai hal serupa terjadi di Lombok Timur yang kita cintai ini,"  katanya. Selasa (21/07/2026).

Dengan tegas, Haerul Warisin meminta semua jajaran pemerintahannya, baik di lingkup OPD, BUMD hingga BAZNAS untuk tidak sekalipun melakukan praktek yang melanggar hukum.

"Saya perintahkan kepada seluruhnya, baik itu lingkup OPD, BUMD dan semuanya tanpa terkecuali, bekerjalah dengan jujur. Jangan pernah berbuat yang kelak akan merugikan diri sendiri, merugikan keluarga, dan mencoreng nama baik daerah kita," tegasnya.

Dirinya pun memastikan, sesuai pengamatan yang dilakukan, tidak ada indikasi praktek melawan hukum yang terjadi di pemerintahannya. 

Politisi Partai Gerindra itu pun menegaskan dalam waktu dekat, dia akan mengumpulkan seluruh elemen di pemerintahan hingga tingkat kepala desa guna memperkuat komitmen terlaksananya pemerintahan yang bersih dan transparan.

"Saya tahu sampai saat ini belum ada kejadian yang buruk. Tapi itu bukan alasan untuk lengah. Kita harus selalu berhati-hati. Segera nanti akan saya kumpulkan seluruh perangkat daerah dan pimpinan desa untuk memperkuat komitmen ini bersama-sama," tandasnya. (SN/03)