![]() |
| Ketua Lintas Generasi Nahdlatul Wathan Diniah Islamiah (Liga NWDI), Saipul Hadi (foto/istimewa) |
SUARANUSRA.COM – Kasus kebakaran di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Lombok Tengah yang menyebabkan tiga santri mengalami luka bakar dan satu santri meninggal dunia terus menjadi perhatian publik. Bahkan, penanganan kasus tersebut turut menjadi pembahasan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR RI bersama Kapolres Lombok Tengah.
Menanggapi berbagai tanggapan yang berkembang di masyarakat, Ketua Lintas Generasi Nahdlatul Wathan Diniah Islamiah (Liga NWDI), Saipul Hadi, mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak terburu-buru menyimpulkan perkara.
"Kami mengapresiasi langkah Kapolres Lombok Tengah yang telah terbuka dan transparan dalam penanganan kasus ini," ujar Saeful, Selasa (14/07/2026)
Selain itu, Liga NWDI juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Hotman Paris 911 yang telah memberikan perhatian terhadap kasus tersebut. Menurut Saeful, perhatian dari berbagai pihak merupakan bentuk kepedulian terhadap upaya penegakan keadilan, selama tetap menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.
"Kami juga mengapresiasi Tim Hotman Paris 911 yang telah memberikan perhatian terhadap kasus ini. Kepedulian dari berbagai elemen tentu menjadi hal yang positif selama tetap menghormati mekanisme hukum yang berlaku," katanya.
Menurutnya, kasus tersebut memang menyita perhatian masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa proses hukum telah berjalan sehingga semua pihak sebaiknya memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum untuk mengusut kasus tersebut secara profesional.
Saipul menambahkan, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memiliki peran mulia dalam mencetak generasi muda dan calon pemimpin bangsa. Karena itu, ia berharap kasus yang terjadi tidak dijadikan alasan untuk mencemooh atau memberikan stigma negatif terhadap lembaga pesantren secara umum.
"Pesantren adalah tempat yang sangat mulia untuk mendidik generasi muda dan melahirkan pemimpin. Karena itu, mari kita sama-sama menahan diri dan tidak menggeneralisasi persoalan ini kepada seluruh pesantren," katanya.
Sosok yang juga Ketua Yayasan Nurul Bayan Lombok itu turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun pemberitaan yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Percayakan saja penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. Mari kita kawal bersama agar proses hukum berjalan secara profesional dan berkeadilan," tandasnya. (SN/02)

Comments