SUARANUSRA.COM - Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan keberhasilan Baznas tidak bisa hanya diukur dari besarnya angka penghimpunan dana. Yang utama adalah sejauh mana kehadiran lembaga itu mampu meringankan beban masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Bupati saat memberikan arahan pada acara Refleksi Satu Tahun Pengabdian Baznas Lombok Timur, Selasa (21/7) di halaman Kantor Baznas Lombok Timur.
"Dalam refleksi ini kita tidak hanya gembira mendengar capaian Rp24 miliar atau peningkatan itu, tetapi yang tentu sangat kita senangi adalah bagaimana informasi dari luar yang kita dengar adalah banyak orang-orang sedih jadi senyum, orang sakit terbantukan, dan orang-orang sengsara dapat mengurangi kesengsaraan mereka," ujar Bupati.
"Itu yang paling pokok, dan tentunya ini semua tugas kita," lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut Bupati mengapresiasi kenaikan penghimpunan dana Baznas Lotim, namun mengingatkan agar tidak cepat berpuas diri.
Menurutnya, capaian saat ini masih merupakan langkah awal jika dibandingkan dengan potensi besar Lombok Timur.
Bupati menargetkan Baznas Lombok Timur dapat menghimpun dana sedikitnya Rp31 miliar pada Rencana Kerja Tahunan 2027. Dana itu direncanakan untuk membiayai sejumlah program, termasuk pengadaan 10 unit ambulans.
"Ambulans tersebut nantinya akan melayani masyarakat, di mana satu ambulans akan melayani dua kecamatan. Ambulans tersebut dapat diakses melalui nomor kontak siaga bagi masyarakat kurang mampu," jelasnya.
Bupati juga mengakui kehadiran Baznas sangat membantu tugas pemerintah daerah, terutama dalam penyaluran bantuan kedaruratan yang dapat dilakukan cepat tanpa terbentur birokrasi panjang.
Mengingat luas wilayah dan potensi daerah, Bupati berpesan agar pimpinan dan pengurus Baznas terus menjaga kepercayaan publik.
"Baznas harus tampil sebagai lembaga yang jujur, profesional, transparan, dan amanah," katanya.
Ia juga mengajak pengurus menjaga soliditas internal, menghindari rasa saling curiga, serta aktif mengedukasi para pelaku usaha di Lombok Timur mengenai peran penting Baznas.
Di akhir arahannya, Bupati mengingatkan hakikat zakat dan sedekah. Menurutnya zakat bukan sekadar memindahkan harta dari yang mampu kepada yang membutuhkan, melainkan sarana membawa keberkahan umur, kesehatan, dan ketenangan jiwa.
Sebelumnya Ketua Baznas Lombok Timur Muhammad Kamli melaporkan, selama satu tahun terakhir Baznas telah memberdayakan 110 amilin dan amilat.
Adapun total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp24 miliar lebih, dengan rincian bersumber dari Zakat: Rp17 miliar ,Infak: Rp1 miliar lebih dan CSR dan dana sosial keagamaan lainnya: Rp6 miliar lebih.
Kamli menegaskan dana tersebut bukan milik negara, pemerintah, maupun amil, melainkan sepenuhnya milik masyarakat Lombok Timur.
Selain peningkatan penghimpunan, Baznas Lotim juga sukses menjalin kerja sama strategis dengan 11 mitra dari perusahaan swasta maupun badan hukum publik seperti BPJS, BUMD, dan BUMN termasuk Perum BULOG.
Dalam Refleksi satu tahun ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) dengan Perum BULOG Cabang Lombok Timur terkait pengadaan barang dan jasa.
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Baznas Kabupaten Lombok Timur bersama Pimpinan Perum BULOG Cabang Lombok Timur.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada pelaku UMKM, petugas kebersihan, serta pengurus UPZ Sektor Pertanian oleh Bupati didampingi Ketua Baznas Lombok Timur.
Bupati juga menyerahkan piagam penghargaan kepada para muzakki atas kontribusi dan konsistensinya.
Penghargaan diberikan kepada Sekda Lombok Timur, PT Selaparang Finansial, dan PT Bank NTB Syariah.
Puncak acara adalah peluncuran aplikasi Baznas Smart (B-Smart). Aplikasi ini merupakan inovasi layanan digital untuk memudahkan, mempercepat, dan mengefisiensikan tata kelola administrasi.
Sistem ini mencakup digitalisasi surat-menyurat, pengelolaan proposal, hingga integrasi basis data muzakki, mustahik, dan rekapitulasi penerimaan guna mendorong transparansi serta akuntabilitas.
Turut hadir Sekda, pimpinan OPD, Direktur PT Bank NTB Syariah, Dirut PT Selaparang Finansial, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan, Dewan Syariah Baznas Lombok Timur, Satuan Audit Internal (SAI), serta para penerima manfaat. (SN/02)

Comments