SUARANUSRA.COM – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Hj. Farida Farichah, di Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani, Desa Rarang, Selasa (28/06/2026)
Kunjungan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis syariah.
Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, yang didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Baiq Farida Apriani, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.
Dalam sambutannya, ia memaparkan sejumlah program unggulan daerah, salah satunya program Lotim Berkembang (Berantas Rentenir Melalui Kredit Tanpa Bunga) yang berhasil meraih juara 1 tingkat nasional.
"Program ini bertujuan menggerakkan ekonomi masyarakat dan memberantas praktik rentenir. Nilai-nilai kawasan bebas riba ini terus kami kembangkan," ujar Sekda Juaini.
Program Lotim Berkembang yang telah diluncurkan sejak 2020 itu memberikan akses kredit tanpa bunga bagi peternak dan pelaku UMKM . Hingga tahun 2024, program ini telah memfasilitasi lebih dari enam ribu pelaku UMKM dengan nilai pinjaman mencapai Rp47 miliar.
Sekda mengakui bahwa Pemerintah Daerah banyak berguru dari Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani di bawah pimpinan Baiq Rusmiati, yang dinilai sangat sesuai dengan karakteristik masyarakat Lombok Timur yang mayoritas beragama Islam.
"Semua butuh proses, tidak ada yang instan. Kami berharap kehadiran Ibu Wakil Menteri dapat menjadi semangat bagi para anggota koperasi, yang sebagian besar adalah generasi pertama," tambahnya.
Wakil Menteri Koperasi memberikan apresiasi tinggi kepada Ketua Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani, Baiq Rusmiati, yang telah berjuang membangun koperasi sejak tahun 1993. Perjuangannya dinilai sangat inspiratif, terutama bagi para ibu rumah tangga.
"Koperasi ini memiliki surat izin resmi dari kementerian dan benar-benar memberikan dampak nyata, tidak hanya dalam peminjaman modal tetapi juga pemberdayaan masyarakat," ujar Wamen Farida.
Wamen juga menyoroti pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat, termasuk ibu rumah tangga, agar tidak mudah tergoda oleh pinjaman online ilegal. "Di era serba digital ini, memilih koperasi berarti memilih kepatuhan pada aturan dan sistem yang sehat," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa koperasi ini telah memiliki dua kunci sukses: pengurus yang amanah dan anggota yang percaya penuh pada pengelolaan dana untuk pemberdayaan. Saat ini, aset koperasi tercatat lebih dari Rp16,5 miliar.
Dalam kunjungannya, Wamen juga memperkenalkan program Koperasi Desa Merah Putih, yang merupakan koperasi milik masyarakat untuk masyarakat. Program ini diharapkan dapat berkembang dalam kurun waktu 1 hingga 5 tahun ke depan dan menjadi alternatif pembiayaan rakyat yang lebih adil.
"Koperasi Desa Merah Putih hadir untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat agar bisa mendapatkan pangan murah, akses modal yang mudah, dan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan pokok," jelas Wamen.
Ketua Koperasi Konsumen Syariah Terpadu Madani, Hj. Baiq Rusmiati, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan. Berawal dari kelompok kecil petani dan nelayan dengan 10 orang pada tahun 1993, koperasi ini resmi berdiri pada tahun 1998 dan kini memiliki 4.902 anggota dengan total aset mencapai sekitar Rp20 miliar.
Sepanjang perjalanannya, koperasi ini telah menerima berbagai penghargaan dari pemerintah pusat dari era Presiden Soeharto hingga Jokowi. Selain ekonomi, koperasi juga bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan kunjungan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan koperasi dapat terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan dan berkelanjutan di Kabupaten Lombok Timur. (SN/02)

Comments