SUARANUSRA.COM – Forum Pemuda, Mahasiswa dan Masyarakat (FPM2) Sakra Timur bersama sejumlah tokoh masyarakat, aktivis, mahasiswa, serta organisasi kepemudaan menyatakan akan mendatangi Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Timur. Langkah ini sebagai bentuk penagihan janji pemerintah atas operasional Puskesmas Sakra Timur yang hingga kini belum juga dibuka.
Pembangunan gedung puskesmas tersebut telah selesai sekitar lima bulan lalu. Namun, hingga memasuki Mei 2026, pelayanan kesehatan di gedung baru itu belum juga beroperasi. Padahal, sebelumnya pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan telah berjanji di depan DPRD Lombok Timur bahwa puskesmas akan mulai beroperasi pada April 2026.
Mantan Ketua FPM2 Sakra Timur sekaligus eks Ketua LMND Lombok Timur, Muhammad Hamzani, menyampaikan kekecewaannya terhadap lambannya realisasi operasional puskesmas tersebut.
"Gedungnya sudah lama selesai, tetapi masyarakat belum juga bisa menikmati pelayanan di sana. Kami akan meminta penjelasan langsung kepada Dinas Kesehatan Lombok Timur terkait kapan Puskesmas Sakra Timur benar-benar beroperasi," tegasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh mahasiswa sekaligus Ketua SBMI Lombok Timur, Moh. Khairil Akbar. Ia menegaskan pihaknya siap turun bersama masyarakat untuk mendatangi Dinas Kesehatan Lombok Timur.
"Kami akan bersama-sama dengan masyarakat datang ke Dikes Lotim untuk menagih janji pemerintah. Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun dengan anggaran besar justru dibiarkan tanpa pelayanan," ujarnya.
Desakan tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah tokoh dan pembina FPM2 Sakra Timur, di antaranya Dr. Suparlan, Muh. Khaeruzon, Zohriandi, Yustia Mukmin, Usman, dan beberapa tokoh masyarakat lainnya. Mereka mendesak agar Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Dinas Kesehatan segera melakukan launching dan mengoperasikan Puskesmas Sakra Timur demi memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurut mereka, warga Sakra Timur juga berhak mendapatkan fasilitas kesehatan yang layak dan modern sebagaimana kecamatan lain di Lombok Timur yang telah lebih dahulu memiliki puskesmas besar dengan fasilitas memadai.
"Masyarakat Sakra Timur ingin merasakan pelayanan kesehatan yang lebih baik, nyaman, dan representatif. Jangan sampai bangunan megah hanya menjadi simbol tanpa manfaat nyata bagi masyarakat," ujar para tokoh tersebut.
FPM2 menegaskan, apabila dalam waktu dekat tidak ada kejelasan dari pemerintah daerah, maka mereka siap menggelar hearing maupun aksi penyampaian aspirasi secara terbuka sebagai bentuk perjuangan masyarakat Sakra Timur terhadap hak pelayanan kesehatan yang layak. (SN/02)

Comments