![]() |
| Anggota Komisi II DPRD Lombok Timur, Dedy Akwarizal Febrianto, Amd.Kep (foto/istimewa) |
SUARANUSRA.COM – Program Indonesia Pintar (PIP) yang bersumber dari aspirasi Anggota DPR RI Komisi X Dapil NTB/II Pulau Lombok, HL. Hadrian Irfani, dipastikan sukses menyasar lebih dari 24 ribu siswa-siswi di Lombok Timur. Beasiswa ini menjangkau jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, hingga SMA/sederajat.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Anggota Komisi II DPRD Lombok Timur, Dedy Akwarizal Febrianto, Amd.Kep, saat melakukan sosialisasi PIP di sejumlah SD di Kecamatan Sikur, Sabtu (30/05) lalu.
"Alhamdulillah, di tahun 2026 ini Beasiswa PIP yang bersumber dari dana aspirasi Bapak HL. Hadrian sudah menyasar 24 ribu siswa-siswi di Lombok Timur. Beasiswa itu sangat besar manfaatnya, terutama bagi siswa yang berasal dari keluarga prasejahtera," ujar Dedy seusai sosialisasi di SDN 3 Darmasari.
Legislator dari Dapil Lombok Timur III itu menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil nyata dari perjuangan aspirasi masyarakat yang diperjuangkan melalui H. Lalu Hadrian Irfani, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI.
Dedy yang akrab disapa Dedy Botak memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen Wakil Ketua Komisi X DPR RI tersebut dalam memajukan dunia pendidikan, khususnya bagi masyarakat Lombok Timur.
"Beliau adalah sosok yang benar-benar hadir dan bekerja untuk rakyat, khususnya dalam memastikan anak-anak kita tetap bisa sekolah. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak H. Lalu Hadrian Irfani, ST., M.Si. Perjuangan beliau di Komisi X DPR RI telah memberikan dampak besar bagi dunia pendidikan," ungkap Dedy Botak.
Dalam sosialisasinya, Dedy Botak juga menegaskan komitmen kuat terhadap transparansi penyaluran bantuan PIP. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang berani memotong dana bantuan tersebut.
"Saya memastikan, beasiswa PIP yang bersumber dari aspirasi Bapak H. Lalu Hadrian Irfani haram hukumnya jika ada pemotongan dalam bentuk apapun. Bantuan ini adalah hak penuh siswa, tidak boleh dikurangi dengan alasan apapun," tegasnya.
Ia pun memberikan peringatan keras kepada pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari program tersebut. "Jika ada beasiswa PIP yang dipotong, saya pastikan itu bukan berasal dari aspirasi Bapak H. Lalu Hadrian Irfani. Jangan coba-coba bermain dengan hak anak-anak kita," lanjutnya.
Lebih lanjut, Dedy Akwarizal menjelaskan bahwa rekening penerima bantuan merupakan hak siswa dan orang tua wali. Oleh karena itu, rekening maupun kartu ATM penerima tidak boleh dikuasai atau dipegang oleh pihak sekolah.
"Rekening siswa harus berada di tangan siswa atau orang tua wali. Tidak boleh dipegang oleh pihak lain. Hal ini untuk menjaga transparansi dan memastikan bantuan benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan anak," jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya program tersebut. "Kami akan berada di garda terdepan untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran. Jika ada penyimpangan, silakan laporkan. Pendidikan adalah hak, bukan untuk dipermainkan," tutupnya.
Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para orang tua mengaku terbantu dengan adanya penjelasan terkait tata cara pencairan dan pemanfaatan dana PIP, sehingga tidak lagi muncul keraguan maupun kesalahpahaman dalam pelaksanaannya. (SN/02)

Comments