SUARANUSRA.COM – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram yang berkepanjangan kembali memicu situasi memprihatinkan di Lombok Timur. Warga terpaksa berkeliling dan mengantre berjam-jam demi mendapatkan tabung gas bersubsidi tersebut. Bahkan, dalam antrean panjang itu, dilaporkan ada masyarakat yang pingsan karena kelelahan.

Kondisi ini menuai reaksi keras dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lombok Timur. HMI menilai kelangkaan LPG 3 kg bukan sekadar isu biasa, melainkan persoalan serius yang menyentuh hajat hidup masyarakat kecil.

Ketua Umum HMI MPO Cabang Lombok Timur, Agamawan Salam, menegaskan bahwa kejadian warga pingsan saat mengantre gas merupakan tamparan keras bagi Pemerintah Daerah (Pemda). Terlebih, sebelumnya Pemda menyatakan tidak terjadi kelangkaan.

"Ini ironi yang tidak bisa ditutupi dengan narasi. Ketika masyarakat harus antre panjang hingga ada yang pingsan, kemana pemerintah? Pernyataan bahwa tidak ada kelangkaan justru memperlihatkan bupati tidak mampu merasakan penderitaan rakyat," tegas Agamawan.

HMI juga menyoroti lemahnya pengawasan dan kelalaian pemerintah dalam menangani masalah di tengah masyarakat.

"Hal yang serius dianggap sepele, dan hal yang sepele justru diseriusi. Pemerintah gagal membaca kondisi riil masyarakat, dan gagal membaca potensi prioritas dalam penanganan problem masyarakat," ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen mengawal kepentingan rakyat, HMI Cabang Lombok Timur membuka peluang untuk menggelar aksi demonstrasi jika Pemda tidak segera mengambil langkah cepat dan konkret.

"Jika tidak ada langkah konkret dari Pemda, HMI siap menggelar aksi untuk mengingatkan mereka," tutup Agamawan. (SN/03)