SUARANUSRA.COM – Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menghadiri Rapat Paripurna X DPRD dalam rangka Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025 serta Pembentukan Gabungan Komisi. Rapat berlangsung di Rupatama DPRD Lombok Timur, Kamis (2/4).

Paripurna tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Dalam kesempatan itu, Wabup Edwin yang mewakili Bupati menyampaikan bahwa Pemda Lombok Timur mencatatkan kinerja fiskal yang impresif pada tahun anggaran 2025. Realisasi pendapatan daerah mencapai Rp3,43 triliun atau sebesar 101,21% dari target yang ditetapkan. Capaian yang melampaui target ini didorong oleh optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terealisasi 100,01% serta efektivitas pengelolaan dana transfer.

Pada tahun pertama pelaksanaan RPJMD 2025-2029, Pemda mulai mengimplementasikan delapan misi utama pembangunan yang disebut Karya Cita. Melalui visi Lotim SMART (Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan), pemerintah daerah fokus pada pemenuhan hak-hak dasar masyarakat, transformasi digital layanan publik, serta penguatan ekonomi berbasis desa.

Guna memperkuat kemandirian fiskal, Pemda Lombok Timur meluncurkan inovasi digital dalam sistem perpajakan melalui aplikasi SIPDAH dan PERIRI. Strategi digitalisasi sistem pembayaran non-tunai (cashless) ini terbukti efektif meminimalkan kebocoran penerimaan dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Wabup juga melaporkan realisasi belanja pada Perubahan APBD 2025 mencapai 98,45% dari target Rp3,45 triliun. Belanja modal sebesar Rp328,52 miliar difokuskan pada penguatan infrastruktur dasar seperti jalan, irigasi, dan gedung publik melalui pendekatan anggaran berbasis kinerja.

Lombok Timur juga mencatatkan pertumbuhan ekonomi progresif di angka 4,93%, melampaui target 4,60%. Indeks Inovasi Daerah melonjak menjadi 58,74 (117,48% dari target), membuktikan transformasi digital dan pelayanan publik berdampak nyata pada efisiensi birokrasi.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 72,35, melampaui target nasional dan daerah, didorong peningkatan rata-rata lama sekolah menjadi 7,71 tahun serta harapan lama sekolah hingga jenjang Diploma II. Usia Harapan Hidup meningkat menjadi 72,29 tahun berkat komitmen menekan angka stunting dan kematian ibu/bayi.

Akses air minum layak mencapai 86,99%. Jumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) berkurang signifikan dari 38.262 unit (2019) menjadi 23.511 unit (2025). Sepanjang tahun 2025, sebanyak 523 unit rumah tertangani melalui program BSPS dan intervensi APBD, meningkatkan persentase rumah tangga dengan akses hunian layak menjadi 82,49%.

Angka kemiskinan di Lombok Timur terus menunjukkan tren penurunan konsisten menjadi 13,53% pada 2025, didukung efektivitas program perlindungan sosial yang menjangkau 103,9% penerima manfaat dari target.

Wabup Edwin menegaskan bahwa seluruh capaian ini adalah hasil kerja keras kolektif pemerintah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat. Meski banyak target terlampaui, indikator yang belum optimal akan menjadi ruang evaluasi untuk menghadirkan kebijakan lebih progresif demi mewujudkan Lombok Timur yang SMART. (SN/02)