Terlihat Ketua PSTI Lombok Timur, M. Waes Al Qarni saat mengibarkan pataka PSTI sebagai simbol estafet dalam memimpin dan memajukan PSTI daam lima tahun mendatang (foto/istimewa/




SUARANUSRA.COM – Kepengurusan Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Lombok Timur untuk masa bakti 2026-2030 resmi terbentuk. Pelantikan dan pengukuhan jajaran pengurus baru ini berlangsung pada Sabtu (25/04/2026) disaksikan oleh unsur KONI Lombok Timur, para pengurus cabang olahraga, serta undangan lainnya.

Prosesi pengukuhan yang khidmat tersebut sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan baru di bawah nahkoda M. Waes Al Qarni, sosok yang juga dikenal sebagai Wakil Ketua DPRD Lombok Timur. 

Dalam sambutannya sebagai ketua, Waes Al Qarni menegaskan komitmen penuhnya untuk membawa sepak takraw menjadi cabang olahraga unggulan di daerah itu.

“Dengan kerjasama dan kerja keras kita bersama di kepengurusan PSTI ini, kita harus memajukan Cabor Sepak Takraw di Lombok Timur,” tegas Waes Al Qarni dengan penuh semangat di hadapan para pengurus yang baru dilantik.

Lebih lanjut, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menyatakan bahwa dirinya tidak ingin kepengurusan ini hanya berjalan statis. 

Dia menargetkan perubahan nyata, terutama dalam hal pencarian dan pembinaan atlet-atlet potensial. Menurutnya, masa depan sepak takraw Lombok Timur sangat ditentukan oleh kesiapan regenerasi saat ini.

“Kedepan, kami akan berupaya menyusun berbagai skema dan pola pembinaan yang tepat untuk menjaring atlet muda potensial. Nanti kita harus bedah bersama, model pembinaan yang paling cocok seperti apa. Apakah dengan memperbanyak turnamen kelompok umur, umum, atau model lainnya. Yang jelas, formulanya harus ditemukan,” ujar Waes Al Qarni dengan nada optimistis.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan harapannya agar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lombok Timur turut memberikan perhatian lebih terhadap cabang olahraga sepak takraw. Menurutnya, selama ini potensi besar dari olahraga tradisional yang telah mendunia ini kerap kali belum tergarap secara maksimal.

“Kami juga berharap agar KONI memberikan perhatian yang lebih juga ke Cabor Sepak Takraw. Insya Allah, Cabor Sepak Takraw adalah lumbung medali bagi Lombok Timur di masa depan,” tandas sosok yang juga Wakil Ketua DPRD Lombok Timur itu. 

Salah satu program awal yang akan digulirkan PSTI Lombok Timur adalah pemetaan bakat di tingkat pelajar dan desa. Rencananya, dalam waktu dekat akan digelar pertemuan teknis antara pengurus inti dengan pelatih dan perangkat daerah untuk merumuskan kompetisi usia dini yang berkelanjutan.

PSTI Lombok Timur periode 2026-2030 juga berjanji akan lebih konsisten dalam membuka ruang partisipasi luas bagi para pegiat sepak takraw. 

“Target kita sederhana, bagaimana Lombok Timur bisa melahirkan atlet nasional dan mengharumkan nama daerah di ajang-ajang besar seperti PORPROV dan bahkan PON,” pungkas Waes Al Qarni. 

Terkait dengan visi Ketua PSTI Lombok Timur itu, pegiat olahraga Takraw, Hery menilai bahwa langkah M. Waes Al Qarni yang langsung fokus pada pembinaan usia muda merupakan orientasi yang tepat. 

Sambung dia elama ini, sepak takraw Lombok Timur masih belum mampu menembus level nasional secara konsisten. Dengan kepemimpinan baru dan dukungan penuh dari jajaran pengurus, publik berharap ada perubahan signifikan.

"Fokus membina atlet muda yang digaungkan oleh Ketua PSTI yang baru adalah angin sejuk bagi pegiat dan atlet Takraw di Lombok Timur. Kami rasa itu langkah yang sangat tepat untuk melahirkan atlet handal dan berprestasi yang mengharumkan nama daerah di masa mendatang," pungkasnya. (SN/02)