Direktur Utama PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim (foto/istimewa) 


SUARANUSRA.COM – Dalam langkah strategis mengoptimalkan potensi sumber daya air lokal, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur mulai menjalin kerja sama dengan perusahaan air minum dalam kemasan, Cleo, terkait penyediaan air baku untuk kebutuhan produksi. Kerja sama ini memanfaatkan sumber mata air di wilayah Joben yang dinilai memiliki kualitas memadai.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Lotim, Sopyan, menjelaskan bahwa pada tahap awal, Cleo membutuhkan pasokan sebesar 15 meter kubik per jam. "Kerja sama ini memanfaatkan sumber air dari Joben. Untuk tahap awal, kebutuhan yang diminta oleh pihak Cleo sebesar 15 meter kubik per jam," ujar Sopyan, Selasa (28/04/2026).

Dengan kapasitas tersebut, pasokan air yang disalurkan mencapai 360 meter kubik per hari, atau sekitar 10.800 meter kubik per bulan. PDAM Lotim pun menetapkan tarif khusus sebesar Rp10.500 per meter kubik.

"Dari total kebutuhan bulanan sebesar 10.800 meter kubik, kami kenakan tarif sebesar Rp10.500 per meter kubik, sehingga nilai kerja sama ini mencapai sekitar Rp113,4 juta per bulan pada tahap awal," jelasnya.

Sopyan menambahkan, kerja sama ini masih berada pada fase awal, di mana air yang dipasok digunakan untuk produksi air minum dengan varian tertentu. Keputusan Cleo untuk bermitra dengan PDAM Lotim didasari oleh hasil uji kualitas yang menunjukkan bahwa air dari PDAM memenuhi syarat sebagai bahan baku produksi.

"Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas air PDAM memenuhi syarat sebagai bahan baku produksi. Itu yang menjadi dasar pihak Cleo memilih bekerja sama dengan kami," ungkap Sopyan.

Ke depan, PDAM Lombok Timur membuka peluang untuk meningkatkan kapasitas pasokan seiring dengan perkembangan kebutuhan industri, sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya air lokal secara  berkelanjutan. (SN/03)