TGH. Najamuddin Mustafa (foto/istimewa)


SUARANUSRA.COM – Isu perpanjangan masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur menjadi sorotan publik. Menanggapi hal tersebut, tokoh masyarakat Lombok Timur, TGH. Najamuddin Mustafa, angkat bicara. 

Politisi senior itu menilai bahwa keputusan strategis ini merupakan bentuk nyata kepercayaan kepala daerah terhadap kinerja dan loyalitas Sekda yang tengah menjabat.

Menurut Najamuddin, perpanjangan jabatan di lingkungan pemerintahan bukanlah semata-mata keputusan administratif. Lebih dari itu, ia meyakini bahwa kebijakan ini didasari oleh pertimbangan yang matang, terutama menyangkut faktor kenyamanan dan kecocokan dalam bekerja antara Bupati dan Sekda.

“Kalau jabatan Sekda diperpanjang, itu artinya Bupati merasa nyaman bekerja dengannya. Dalam pemerintahan, chemistry itu penting agar roda birokrasi bisa berjalan efektif dan efisien,” ujar Najamuddin saat ditemui di Selong, Senin (30/3/2025).

Ia menegaskan bahwa posisi Sekretaris Daerah memiliki peran yang sangat strategis. Sekda adalah motor penggerak birokrasi, penghubung utama antara kepala daerah dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta penentu arah implementasi kebijakan. Oleh karena itu, kestabilan dan keselarasan visi di posisi ini menjadi kunci kelancaran pembangunan daerah.

Najamuddin memaparkan, selama masa jabatan sebelumnya, Sekda Lombok Timur dinilai telah mencatat sejumlah capaian penting yang berkontribusi positif bagi daerah. Beberapa indikator kinerja yang memuaskan itu kata Najam antaranya

Pertama peningkatan tata kelola pemerintahan. Dikatakan dia, Sekda berperan aktif dalam mendorong reformasi birokrasi, yang terlihat dari peningkatan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) serta penerapan tata kelola administrasi yang lebih transparan dan akuntabel.

"Kedua penguatan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN). Melalui kebijakan internal yang konsisten, kedisiplinan ASN di lingkungan Pemkab Lombok Timur menunjukkan peningkatan signifikan, terutama dalam hal kehadiran, etos kerja, dan kualitas pelayanan publik," ungkapnya.

Kemudian ketiga percepatan program pembangunan daerah: Sekda turut mengawal sinkronisasi program kerja seluruh OPD agar selaras dengan visi misi kepala daerah. Hal ini memastikan bahwa pelaksanaan pembangunan berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan tepat sasaran.

Keempat kata Najam, telah dilakukan digitalisasi layanan pemerintahan. Dorongan kuat terhadap pemanfaatan teknologi informasi mulai membuahkan hasil. Pengembangan sistem administrasi berbasis digital terus dilakukan guna mempermudah akses pelayanan bagi masyarakat.

"Kelima stabilitas birokrasi dan koordinasi antar OPD: Kemampuan Sekda dalam menjaga stabilitas internal birokrasi serta memperkuat koordinasi lintas sektor dinilai sangat baik, terutama dalam menghadapi situasi krusial seperti masa pemulihan pasca pandemi dan penanganan isu-isu strategis daerah lainnya," paparnya.


Haji Najamuddin lebih jauh menambahkan bahwa berbagai capaian tersebut menjadi indikator objektif yang memperkuat dasar kebijakan perpanjangan jabatan.

“Selama kinerjanya baik, loyal, dan membawa dampak positif bagi kemajuan daerah, tentu sangat wajar dan merupakan hal yang bijaksana jika beliau diberikan kepercayaan untuk melanjutkan tugas,” tutupnya. (SN/03)