SUARANUSRA.COM – Momentum Ramadan dijadikan momen tepat oleh Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin untuk menyerahkan fasilitas air bersih kepada masyarakat. 

Serah terima Kegiatan Pamsimas 2025 berlangsung di Ruang Rapat Bupati pada Rabu (11/3) sebagai bagian dari upaya strategis pemerintah daerah memperluas akses air bersih di wilayah perdesaan guna meningkatkan taraf kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Bupati Haerul Warisin dalam sambutannya menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi pemerintah.

"Ramadan adalah bulan penuh berkah. Saya nilai momentum ini tepat untuk menyerahkan fasilitas air bersih sebagai wujud nyata pelayanan pemerintah kepada masyarakat," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengimbau masyarakat penerima manfaat agar dapat menjaga dan merawat aset secara mandiri. Penekanan ini diberikan agar fasilitas yang dibangun dengan anggaran negara dapat berfungsi optimal dalam jangka waktu panjang dan menjadi solusi permanen bagi pemenuhan kebutuhan air bersih.

"Kepala Desa diharapkan tidak hanya bangga saat menerima bantuan, namun kemudian abai dalam pemeliharaannya. Karena biaya perbaikan di masa depan akan jauh lebih besar daripada biaya perawatan rutin," tegas Bupati.

Bupati juga mengingatkan agar pengelolaan Pamsimas tidak terhenti hanya karena pergantian kepemimpinan desa atau pelaksanaan Pilkades. 

Untuk menjamin keberlanjutan, Bupati memerintahkan desa segera membentuk struktur kepengurusan yang independen dan menetapkan Peraturan Desa (Perdes) mengenai kontribusi biaya pemeliharaan.

Di sisi lain, Pemerintah Daerah tengah merencanakan optimalisasi layanan agar target 7.000 sambungan rumah (SR) dapat segera terpenuhi tanpa terkendala penurunan debit saat musim kemarau. Bupati mengajak seluruh pihak menjaga ekosistem air secara menyeluruh, baik di wilayah hulu maupun hilir, demi menjamin ketersediaan pasokan air jangka panjang.

Mengingat kompleksitas pengelolaan air minum, Bupati berharap masyarakat bersabar jika terjadi gangguan aliran air. Namun ia juga mengingatkan PDAM untuk selalu proaktif memberikan informasi yang jelas kepada pelanggan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas PUPR H. Achmad Dewanto Hadi melaporkan bahwa pelaksanaan Pamsimas 2025 di empat desa merupakan hasil kerja keras masyarakat yang didampingi fasilitator sejak tahap perencanaan di awal tahun hingga penyelesaian fisik pada Desember 2025. Penyerahan aset meliputi dua unit sumur bor, tower air, dan 416 sambungan rumah dengan jaringan pipa sepanjang 10,7 kilometer. Dilaporkan pula progres signifikan pada SPAM Pantai Selatan.

Sementara itu, Kasi Pelaksana Wilayah II Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) NTB, Eko Prabowo, memberikan apresiasi atas capaian pembangunan infrastruktur air bersih di Lombok Timur. Meski masih ada kekurangan, sinergi dengan PDAM menjadi kunci utama penyempurnaan layanan.

"Seluruh aset yang terbangun kini dititipkan kepada para stakeholder dan PDAM sebagai operator resmi. Keberfungsian aset menjadi barometer utama bagi Pemerintah Pusat dalam memberikan alokasi anggaran atau usulan program baru dari APBN di masa mendatang," jelas Eko.

Kegiatan Pamsimas 2025 ini menyasar empat desa prioritas, yaitu Desa Kotaraja, Desa Lendang Nangka Utara, Desa Kalijaga Tengah, dan Desa Bagik Payung Timur. Dengan tersalurkannya fasilitas ini, diharapkan masyarakat di empat desa tersebut dapat menikmati akses air bersih yang layak dan berkelanjutan. (SN/02)