SUARANUSRA.COM – Himpunan Mitra Dapur Generasi Sehat (HMD-GEMAS) Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi melantik dan mengukuhkan Pengurus Wilayah serta Pengurus Daerah dari 10 kabupaten/kota. 

Pelantikan itu digelar di Lombok Raya Hotel, Selasa (11/2/2026), ini menandai penguatan peran organisasi dalam mendukung program gizi dan ketahanan pangan di daerah.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat strategis, termasuk Kapolda NTB, Danrem NTB, Tenaga Ahli Menko Pangan RI, Sekretaris Jenderal HMD-GEMAS, serta para pengelola dapur SPPG dari pondok pesantren.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) HMD-GEMAS NTB, Pasihin, M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan ini adalah awal dari tanggung jawab besar untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menyatakan bahwa 659 dapur SPPG yang beroperasi di NTB saat ini telah melayani 1.000.647 penerima manfaat.

"Dapur-dapur ini adalah ujung tombak dan denyut nadi pelayanan sosial kami. Di sanalah nilai kemanusiaan, gotong royong, dan pengabdian diwujudkan," ujar Pasihin.

Ia mengungkapkan besarnya investasi yang ditanamkan para mitra. Rata-rata, pembangunan satu dapur membutuhkan dana Rp1 hingga Rp2 miliar. Bahkan, ada mitra di Kabupaten Dompu yang menginvestasikan hingga Rp4 miliar untuk membangun fasilitas berstandar tinggi. "Ini menunjukkan komitmen luar biasa mitra terhadap program ini," tegasnya.

Dampak ekonomi yang dihasilkan juga sangat signifikan. Pasihin memaparkan bahwa operasional dapur melibatkan 32.950 relawan dan 3.295 supplier. Keterlibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai supplier menyerap sekitar 9.285 tenaga kerja. Secara total, aktivitas dapur SPPG di NTB telah menyerap sekitar 42.000 tenaga kerja.

"Data ini membuktikan bahwa dapur SPPG tidak hanya memiliki dampak sosial, tetapi juga dampak ekonomi yang sangat besar bagi masyarakat NTB," jelas Pasihin.

Di tengah capaian tersebut, Pasihin menyampaikan kegelisahan para mitra terkait wacana penurunan grade (tingkat) dapur SPPG oleh pemerintah, yang berpotensi menurunkan nilai sewa secara drastis. Ia berjanji DPW akan memperjuangkan kebijakan yang adil dan menjaga keberlanjutan program.

Sementara itu, Ketua Umum DPP HMD-GEMAS, Dr. Drs. Yadiman, S.H., M.H., menekankan pentingnya peran pengurus wilayah sebagai perpanjangan tangan organisasi. Ia meminta agar pengurus menjaga integritas dan membangun sinergi dengan pemerintah daerah.

Pemerintah Provinsi NTB, yang diwakili oleh Gubernur, menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi HMD-GEMAS. Gubernur juga berpesan agar para pengelola dapur dan Kepala Area SPPG memprioritaskan pemanfaatan komoditas lokal NTB untuk mendukung perekonomian daerah.

"Dapurnya di NTB, usahakan komoditasnya juga dari NTB, kecuali untuk produk yang memang tidak tersedia di sini seperti susu," pintanya.

Pelantikan ini diharapkan dapat mengoptimalkan koordinasi dan kinerja HMD-GEMAS NTB dalam mengelola ratusan dapur SPPG, sehingga dampak sosial dan ekonominya bagi masyarakat dapat terus ditingkatkan. (SN/02)