![]() |
| Terlihat Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin saat mendatangi rumah korban yang hanyut terseret arus drainase di Kota Selong (foto/istimewa) |
SUARANUSRA.COM - Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga Azril Filah Busairi (4), balita yang sempat dinyatakan hilang hanyut terseret arus drainase di Selong pada Selasa (24/02) lalu.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, hadir langsung di tengah keluarga untuk menyampaikan rasa empati sekaligus membawa kabar krusial terkait pencarian korban pada Jumat malam (27/2/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Lombok Timur ini bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk memastikan keluarga korban tidak berjuang sendirian di masa sulit ini.
Setelah pencarian masif selama tiga hari yang melibatkan TNI, Polri, dan elemen masyarakat, titik terang muncul dari seberang lautan.
Pihak Polsek Labuhan Badas menginformasikan penemuan jenazah balita laki-laki di Sebotok, Pulau Moyo, yang ciri-cirinya identik dengan Azril terutama pada baju yang dipakai terakhir korban.
Bupati Haerul Warisin menyebut penemuan ini sebagai sesuatu yang di luar nalar namun nyata.
"Kita tidak boleh tidak percaya, semua bisa terjadi. Tidak ada yang mustahil di dunia ini. Pencarian oleh polisi, tentara, dan semua elemen sudah dilakukan maksimal namun baru sore ini ada kabar dari Pulau Moyo," ujar Bupati.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk memfasilitasi seluruh proses evakuasi dan pemulangan jenazah.
Dia memastikan bahwa keluarga tidak perlu memikirkan beban biaya di tengah musibah yang menimpa.
"Malam ini keluarga sudah berangkat. Berapapun biayanya, semua ditanggung pemerintah. Ini adalah masyarakat kita, dan persoalan musibah bisa menimpa siapa saja. Sekarang doa kita adalah semoga benar itu putra beliau agar keluarga mendapatkan kepastian," tegas Bupati.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Lombok Timur untuk mendoakan almarhum Azril dan memberikan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Baginya, penemuan ini adalah jawaban dari pencarian panjang yang dilakukan secara bahu-membahu oleh seluruh elemen masyarakat sejak Selasa (24/02).
Penemuan jenazah di Pulau Moyo ini memang mengejutkan, mengingat jaraknya yang cukup jauh dari titik awal jatuhnya korban di drainase Selong.
Kehadiran Bupati di rumah duka memberikan ketenangan bagi keluarga korban bahwa proses kepulangan sang buah hati akan dikawal hingga tuntas. (SN/02)

Comments