Kepala Bappeda Lombok Timur, H. Moh. Zaidarrohman, yang juga Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) saat memberikan sambutan (foto/istimewa)


SUARANUSRA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Stunting Tingkat Kabupaten pada Selasa (30/12) di Pendopo Bupati, sebagai upaya strategis mempercepat pencegahan dan penurunan angka stunting. 

Rakor yang mengusung tema “Dengan Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting, Menuju Lombok Timur SMART dalam Rangka Menyongsong Generasi Indonesia Emas 2045” ini diikuti oleh 157 peserta dari berbagai unsur.

Kehadiran peserta yang meliputi perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, camat, organisasi wanita, BAZNAS, BUMD, perbankan, tokoh agama dan masyarakat, perguruan tinggi, puskesmas, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM/NGO) menegaskan komitmen kolaboratif dalam menangani persoalan stunting.

Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting, dalam sambutan pembukaannya memberikan catatan kritis terkait data. 

Dia mengakui adanya perbedaan angka dari berbagai sumber seperti Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), yang disebabkan oleh perbedaan metode.

“Perbedaan data ini jangan jadi pertentangan. Menurut saya, keduanya benar semua, tidak ada yang salah. Untuk itu harus disandingkan dan jangan diperdebatkan,” tegas Wabup Edwin. 

Dia menegaskan bahwa data SSGI akan menjadi acuan kebijakan, sementara e-PPGBM menjadi alat operasional. Akurasi data mutlak diperlukan, sehingga akan dibuat Standar Operasional Prosedur (SOP) pengukuran, pelatihan SDM, serta rekonsiliasi dan evaluasi data secara triwulanan.

Wabup juga menekankan pentingnya komunikasi dan perencanaan lintas sektor yang baik. “Perencanaan yang baik adalah setengah dari keberhasilan. Mari optimalkan SDM kita lebih efektif dan efisien,” ajaknya.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Lombok Timur, H. Moh. Zaidarrohman, yang juga Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S), mengingatkan bahwa meski daerah ini telah meraih berbagai penghargaan, catatan di bidang kesehatan masih banyak. Salah satunya, posisi angka stunting Lombok Timur yang masih berada di peringkat ke-9 dari 10 kabupaten/kota di NTB.

“Melalui rakor ini diharapkan terbangun komitmen dari seluruh pihak dan kolaborasi lintas sektor betul-betul bisa terwujud, terutama untuk intervensi di kantong-kantong stunting di tingkat kecamatan dan desa,” harap Zaidarrohman.

Rakor kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang diawali penyampaian materi dari sejumlah narasumber kunci, termasuk Kepala DP3AKB dan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, guna menyusun langkah konkrit menuju Lombok Timur yang sehat dan bebas stunting. (SN/02)