Terlihat ratusan ASN guru Pendidikan Agama Islam lingkup Dinas Dikbud Lombok Timur saat antri membubuhkan tanda tangan (foto/istimewa)

SUARANUSRA.COM – Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur (Lotim) dipadati ratusan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai kecamatan, Rabu (31/12/2025)

Mereka datang untuk menandatangani dokumen administratif sebagai syarat pencairan sisa Tunjangan Hari Raya (THR) 100% untuk tahun 2024, yang akan dibayarkan pada tahun 2025.

Sejak pagi, aula Handayani di kantor Dikbud Lotim menjadi pusat kerumunan. Para guru terlihat antusias dan bahkan saling berdesakan untuk dapat masuk ke dalam aula agar dapat segera menyelesaikan proses penandatanganan tersebut. 

Situasi ini menunjukkan tingginya antusiasme sekaligus tekanan yang dirasakan para pendidik dalam mengurus hak mereka.

"Saya dan rekan-rekan disuruh datang ke sini oleh pihak dinas untuk menandatangani pencairan THR 100% guru tahun 2024," ujar salah satu guru ASN yang ditemui di lokasi, mengungkapkan alasan kedatangannya.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Dikbud Lotim, Lalu Bayan Purwadi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemanggilan tersebut. 

Dia menjelaskan bahwa proses ini murni administratif untuk memfasilitasi pencairan dana yang bersumber dari pemerintah pusat.

"Tahun 2024 lalu pencairan THR hanya setengahnya. Maka tahun ini diselesaikan kekurangannya, sebagaimana informasi yang kami terima dari pusat," jelas Purwadi.

Ia menegaskan bahwa peran Dinas Dikbud Lotim dalam hal ini adalah mengurus administrasi sebagai syarat pencairan. "Pembayaran dilakukan oleh pemerintah pusat, sedangkan kami hanya menguruskan administrasi sebagai syarat pencairan THR itu," tambahnya.

Kejadian ini menyoroti prosedur pencairan tunjangan yang masih mengharuskan kehadiran fisik secara massal, menimbulkan kerumunan di akhir tahun. Diharapkan ke depannya proses serupa dapat dioptimalkan dengan sistem yang lebih efisien dan tidak berkerumun untuk kenyamanan dan keselamatan bersama. (SN/02)