Warga Kecamatan Selong penerima bantuan modal usaha UMKM dari Pemda Lombok Timur (foto/istimewa)


SUARANUSRA.COM - Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa Lotim, Ihsan sangat menyangkan tindakan pihak dinas terkait yang mengkambinghitamkan pemerintah desa sebagai pemicu ketidaktepatan sasaran program bantuan modal usaha untuk UMKM Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim). 

Ihsan berang lantaran dia mengaku pemerintah desa disebut sebagai pemicu polemik gegara menerbitkan Surat Keterangan Usaha (SKU). 

Ihsan mengaskan, dalam program tersebut, Desa sama sekali tidak dilibatkan dalam pengusulan nama-nama penerima manfaat. Desa hanya diinstruksikan untuk membuat SKU sesuai dengan instruksi surat yang diedarkan oleh Dinas Koperasi. Pemerintah Desa sama sekali tidak terlibat dalam proses pendataan.

"Kita tidak pernah menerbitkan SKU fiktif, warga datang sendiri membuat, gimana itu dikatakan fiktif. Tugas kami hanya menerbitkan SKU, siapapun warga yang datang kita layani dan buatkan. Persoalan ada yang tidak memiliki usaha itu bukan tugas kami, itu tugas Dinas Koperasi," tegas Ihsan.

Ihsan menyesalkan dan menyayangkan Pemerintah Desa jadi sasaran tembak, padahal ini sepenuhnya merupakan tanggungjawab dinas Koperasi. 

"Kami tidak tahu siapa orang yang mendapatkan bantuan ini, sebab bukan kami yang mengusulkan. Dinas Koperasi infonya turun melakukan verifikasi lapangan, tetapi itu tidak ada, nyatanya banyak yang tidak tepat sasaran," kesalnya. (SN/03)