![]() |
| Tim JAM Intel Kejagung RI beserta jajaran Kejati NTB, Kejari dan Dinas Kelautan dan Perikanan Lotim saat meninjau pembangunan proyek KNMP Ekas (foto/istimewa) |
SUARANUSRA.COM – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lombok Timur (Lotim) bersama Tim Jaksa Intelijen (Jamintel) Kejagung RI melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kawasan Ekas. Kamis (25/11/25).
Kunjungan ini juga diisi dengan koordinasi bersama Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat dan Kejaksaan Negeri Lombok Timur untuk memastikan kelancaran proyek strategis nasional tersebut.
Kepala DKP Lombok Timur, M. Zainuddin, menegaskan bahwa peninjauan ini penting untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai target. Pernyataannya disampaikan secara tertulis pada Sabtu (28/11/2025).
"Kami meninjau langsung pembangunan infrastruktur KNMP di Ekas Buana untuk memastikan segala sesuatunya berjalan lancar sesuai target," ujar Zainuddin.
Dijelaskannya, pembangunan KNMP dirancang untuk menyelesaikan persoalan mendasar yang dihadapi nelayan, terutama terkait sarana pelelangan ikan dan pemasaran. Selama ini, nelayan di Ekas Buana harus menempuh jarak jauh untuk menjangkau tempat penyimpanan ikan.
Melalui proyek ini, akan dibangun berbagai fasilitas terpadu, seperti dermaga, sentra kuliner, cold storage (penyimpanan dingin), Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBM), dan kantor koperasi.
"Semua sarana dan prasarana ini akan menjadi satu bagian yang saling melengkapi. Intinya, kami menghadirkan pelayanan yang terintegrasi," tegas Zainuddin.
Untuk memastikan manfaat pembangunan langsung dirasakan masyarakat, pengelolaan kawasan akan diserahkan kepada Koperasi Merah Putih. Skema ini diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif dan pemerataan ekonomi warga setempat.
Di sisi pendanaan, nilai proyek di Ekas Buana mengalami peningkatan signifikan menjadi lebih dari Rp22,5 miliar. Anggaran ini bersumber dari realokasi dana KNMP di daerah lain yang tidak terserap. Pengerjaan proyek fisik sendiri ditangani oleh BUMN PT Adhi Karya.
Dengan penambahan anggaran tersebut, Zainuddin berharap semua fasilitas inti dapat tuntas. Ia juga menyampaikan harapan adanya tambahan anggaran dari APBD 2026 senilai kurang lebih Rp1,5 miliar untuk menuntaskan fasilitas pendukung.
"Secara keseluruhan, total anggaran yang diharapkan untuk KNMP Ekas Buana mencapai Rp24,4 miliar," jelasnya.
Zainuddin menambahkan, pembangunan KNMP ini sejalan dengan program Bupati Lotim untuk menggerakkan sektor pariwisata di kawasan selatan. Pemerintah akan membangun sentra kuliner dan dermaga yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.
"Kami akan membangun dermaga sebagai fasilitas nelayan, pembudidaya lobster, dan wisatawan. Ini menjadi atensi Bupati," pungkasnya.
Keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru, meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta menjamin ketersediaan pangan berbasis protein ikan bagi masyarakat luas. (SN/02)

Comments