SUARANUSRA.COM – Eksekutif Kabupaten (EK) Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lombok Timur akhirnya turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi. Puluhan massa aksi dari LMND itu menuntut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, Izzuddin dicopot dari jabatannya.

Ketua EK LMND Lombok Timur, Hamzani dalam orasinya menyatakan jika Izuddin telah gagal total dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Kepala Dinas Dikbud. Bahkan tegas dia, Izuddin hanya mengedepankan kepentingan pribadi, yang justru bertentangan dengan prinsip moral jabatannya, di antaranya penyalahgunaan fasilitas negara, memobilisir para GTT dan PTT untuk memilih anaknya yang maju menjadi calon legislatif dan memotong besaran gaji (honor, red) ribuan GTT dan PTT.

“Kami mendesak Pj Bupati Lombok Timur untuk segera mencopot Izuddin dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Dikbud Lombok Timur, karena selama ini Izuddin telah gagal total dan banyak cacat dalam mengemban tugas sebagai Kepala Dinas Dikbud,” teriak dia dalam orasinya. Senin (18/12/2023).

Masih kata dia, selama Izuddin menjabat Kepala Dinas Dikbud, tidak ada sedikitpun perbaikan dunia pendidikan di Lombok Timur. “Angka putus sekolah dan buta huruf Lombok Timur tertinggi di NTB. Itu menadakan jika Izuddin tidak pernah berbuat apa-apa, sehingga tidak ada alasan bagi Bupati untuk tidak segera mencopot yang bersangkutan dari jabatannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Izuddin yang dihubungi media ini via aplikasi percakapan, untuk dikonfirmasi prihal tudingan yang dilayangkan EK LMND Lombok Timur kepada dirinya, sampai berita ini dinaikkan belum memberikan tanggapan.

Pada pemberitaan sebelumnya, Izuddin berdalih pemotongan gaji GTT dan PTT adalah bentuk penyesuaian besaran gaji, karena fostur anggaran di APBD tidak cukup untuk membayar gaji GTT dan PTT sesuai dengan besaran di awal. Tetapi kebijakan itu urung dilakukan, setelah Pj Bupati Lombok Timur, HM. Juaini Taofik menggelar rapat terbatas dengan TAPD. (SNR)