![]() |
Tembakau Virginia Lombok (foto/istimewa) |
SUARANUSRA.COM – Harga jual hasil produksi tembakau Virginia para petani di Lombok Timur pada tahun ini berpotensi mengalami penurunan signifikan.
Prediksi ini disampaikan oleh salah satu pengusaha di tengah belum adanya kesepakatan harga antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dengan perusahaan pembeli.
Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, mengakui bahwa hingga saat ini belum tercapai kata sepakat mengenai harga beli tembakau dari petani. Meski demikian, ia secara tegas menyatakan harapannya agar harga tidak mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
"Minimal harganya seperti tahun kemarinlah, jangan ada penurunan. Bilang sama buyernya yang di Jawa itu, agar harga beli tidak diturunkan," kata Haerul Warisin saat rapat dengan para pengusaha tembakau. Rabu (27/08/2025)
Bupati berharap perusahaan pembeli dapat mempertahankan harga rata-rata pembelian Rp50 ribu per kilogram, sama seperti tahun lalu.
Selain harga, kuota pembelian oleh perusahaan juga disebutnya belum diputuskan. Namun, ia menegaskan komitmennya untuk menyerap seluruh hasil produksi petani.
"Belum diputuskan, tapi pastinya semua hasil produksi petani harus terserap," ujarnya.
Prediksi suram justru datang dari pelaku usaha. Salah seorang pengusaha tembakau yang hadir dalam pertemuan tersebut, Tara, menyebut kemungkinan besar harga jual tembakau tahun ini akan turun sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan tahun 2024.
"Kemungkinan untuk harga akan turun 10 sampai 15 persen tahun ini," ucap Tara.
Namun, Tara menekankan bahwa harga akhir sangat bergantung pada kualitas tembakau yang dihasilkan oleh para petani. Penurunan harga secara umum tidak berlaku mutlak jika kualitas tembakau terjaga dengan baik.
"Tapi sebenarnya harga tetap mengacu pada kualitas. Kalau kualitas bagus maka harga akan bagus," tegasnya.
"Untuk kuota pembelian oleh perusahaan belum diputuskan juga, tapi besar kemungkinan untuk kebutuhan tembakau virginia Lombok tahun ini sekitar 38 ribu ton," tandasnya. (SN/02)
Comments