SUARANUSRA.COM – Menjawab kebutuhan representasi mahasiswa yang kuat, Zandi Aufar (23) secara resmi mengumumkan pencalonannya sebagai Calon Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) periode 2025.
Pengumuman ini disampaikan melalui rilis pers pada Sabtu, 19 Juli 2025, yang menekankan perjalanan transformasinya dari sosok pendiam menjadi pemimpin yang berkomitmen membawa perubahan.
Lahir di Sekarbela (14 Desember 2001), Zandi dibesarkan dalam lingkungan religius yang mengedepankan kejujuran dan kebersamaan. Ia mengakui masa SD hingga SMA dijalaninya sebagai siswa biasa, tidak aktif berorganisasi, tertutup, dan jauh dari dunia kepemimpinan.
Namun, dinamika kampus membangkitkan kesadarannya tentang peran pemuda dalam perubahan sosial. "Dunia perkuliahan memberi saya ruang untuk membuktikan: setiap orang berhak tumbuh kapan pun mereka memutuskan bergerak," tegasnya dalam pernyataan tertulis.
Zandi membuktikan komitmennya melalui sejumlah pencapaian diantaranya menjadi Presiden Global English Community (2024–2025). Memfokuskan pada peningkatan kapasitas bahasa Inggris dan kepercayaan diri mahasiswa.
Ketua HMPS Pendidikan Bahasa Inggris (2023–2024), menginisiasi gerakan akademik, sosial, dan kolaborasi lintas angkatan di Program Studi PBI dan Kabid Keagamaan PMII Rayon Ki Hajar Dewantara, aktif menyiapkan kader muda berwawasan kebangsaan berbasis nilai keislaman.
Zandi mengusung visi: "DPM UNDIKMA yang Mewakili, Nyata, Aspiratif, Responsif, Inklusif, dan Kolaboratif" dengan enam misi kunci:
1. Mewakili suara mahasiswa secara bertanggung jawab dalam legislasi kampus.
2. Menyuarakan aspirasi nyata dari seluruh fakultas dan prodi.
3. Responsif terhadap isu kemahasiswaan dan kehidupan kampus.
4. Menciptakan ruang organisasi adil, terbuka, dan bebas diskriminasi.
5. Membangun sinergi antar lembaga mahasiswa untuk gerakan berkelanjutan.
6. Mengawal transparansi dan akuntabilitas kinerja organisasi.
Zandi menegaskan, perjalanannya bukan lahir dari ruang pencapaian instan, melainkan refleksi dan tekad untuk bangkit. "Siapa pun bisa menjadi bagian dari solusi, selama ada niat tulus, keberanian mencoba, dan komitmen bekerja bersama," pungkasnya. (SN/01)
Comments