![]() |
| Tampak salah satu pegawai lingkup Pemda Lombok Timur sesaat mau naik lift yang alami kerusakan (foto/istimewa) |
SUARANUSRA.COM - Pegawai Kantor Bupati Lombok Timur mengeluhkan kondisi sarana prasarana gedung yang memprihatinkan. Tiga dari empat lift di gedung megah itu mengalami kerusakan parah dan tidak beroperasi.
Kondisi ini memaksa para pegawai mengantre lama setiap hari hanya untuk menggunakan satu lift yang tersisa. Mereka Kadang Turun naik tangga sehingga aktivitas terhambat.
Seorang pegawai yang enggan menyebutkan namanya menyatakan kekecewaannya. Ia tidak hanya mempersoalkan lift rusak, tetapi juga kran bocor di setiap toilet gedung.
"Kerusakan lift ini sudah terjadi sejak pemerintahan sebelumnya. Lift yang masih berfungsi pun hanya satu unit dan berjalan lambat, membuat kami harus antre sangat lama," katanya kepada media. Rabu (09/07/2025)
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Lombok Timur, GN Farhan, mengakui persoalan serius ini.
"Kami memang menganggarkan biaya perawatan gedung, tetapi dana itu bahkan tidak cukup membeli cat tembok lantai bawah, apalagi memperbaiki tiga lift yang rusak parah. Kerusakan terlalu berat sehingga dana perawatan rutin tak mencukupi," jelas Farhan di kantornya.
Ia menegaskan kerusakan lift sudah berlangsung lama, bahkan sebelum dirinya menjabat. "Kami tidak memiliki anggaran khusus untuk memperbaikinya," tegasnya. Biaya perbaikan mencapai angka sangat mahal karena kerusakan terjadi pada sistem sensor dan memerlukan tenaga teknis dari luar. "Saya tidak bisa berbuat banyak karena kami memang tidak memiliki pos anggaran untuk ini saat ini," imbuhnya.
Tak hanya lift, para pegawai juga mengeluhkan kran air di toilet yang banyak bocor. Untuk solusi jangka panjang, Bagian Umum berencana mengajukan anggaran perbaikan mendasar pada APBD Perubahan 2025 atau Anggaran Induk 2026.
"Total biaya perbaikan tiga lift cukup mahal. Sedangkan, biaya perawatan keseluruhan di Bagian Umum saat ini sangat minim," ujar Farhan.
Ia berharap anggaran perubahan dapat mengakomodir kebutuhan mendesak ini. Sambil menunggu proses anggaran, Farhan memohon pengertian dan kesabaran seluruh pegawai.
"Perbaikan lift, AC, maupun kran bocor baru akan kami lakukan setelah anggaran disetujui. Kami mohon maaf dan berharap para pegawai bersabar," tutupnya.
Sebelumnya, sejumlah media memberitakan gedung ini hanya mengalokasikan Rp 100 juta per tahun untuk pemeliharaan. Farhan mengakui anggaran itu tidak mampu memenuhi semua kebutuhan perawatan.
"Dana tersebut hanya bisa menangani keluhan mendesak, dan itupun tidak menyeluruh," pungkasnya. (SN/01)

Comments