![]() |
| Aksi panggung Band Wali saat menghibur ribuan masyarakat Lombok Timur yang menyemut di Lapangan Nasional Selong (foto/istimewa) |
SUARANUSRA.COM - Puncak acara Muharram Fest 1447 H yang digelar Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur (Lotim) ditutup dengan kemeriahan luar biasa.
Konser penutupan yang menghadirkan grup band papan atas Wali Band pada Jumat malam (04/07) berhasil menyedot antusiasme ribuan masyarakat, memadati Lapangan Nasional Selong bak lautan manusia.
Suasana menjadi begitu spektakuler ketika Wali Band naik panggung. Antusiasme warga yang sudah membludak sejak sore hari menyebabkan lokasi utama di Lapangan Nasional Selong tidak mampu lagi menampung kedatangan massa.
Akibatnya, ribuan penggemar memadati area sekitar, termasuk Taman Tugu Selong, menyaksikan konser dari jarak jauh demi tak melewatkan momen istimewa penutupan festival tersebut.
Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan komitmennya. Ia menegaskan bahwa peringatan 1 Muharram akan tetap menjadi agenda tahunan Pemda Lotim. Bahkan, untuk tahun depan, Bupati berjanji akan menyelenggarakan acara yang jauh lebih meriah.
“Untuk tahun depan dua kali lebih meriah dan akan kita menambah waktunya supaya betul-betul para UMKM memanfaatkan kegiatan ini untuk mengembangkan usahanya untuk mendapatkan keuntungan,” ucap Bupati Haerul Warisin. Jumat (04/07/2025)
Dia juga mengingatkan bahwa rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1447 H ini telah dimulai sejak pekan lalu, diawali dengan tradisi khas Lotim berupa iring-iringan 1.447 tembolak beak dari Desa Pengadangan. Ia berharap momentum ini terus berjalan lancar agar peringatan Tahun Baru Islam di Lotim semakin semarak.
Sementara itu, mantan Bupati Lombok Timur, H. Ali Bin Dachlan, yang dikenal sebagai inisiator awal Muharram Fest saat menjabat, turut hadir dan menyampaikan kebanggaannya. Ali Bin Dachlan menekankan makna filosofis mendalam dari bulan Muharram sebagai momen perubahan.
“Kenapa kita menggunakan Muharram? karena ini menjadi spirit masyarakat Lombok Timur dan saya sangat senang Bupati melestarikan ini dan dijadikan otoritasnya. Bupati lain yang menjabat nantinya jangan hilangkan ini dengan alasan anda tidak senang,” tegasnya.
Ali Bin Dachlan juga mengusulkan agar pelaksanaan festival tahun depan diperpanjang hingga tiga minggu untuk memberi manfaat lebih besar, khususnya bagi pelaku UMKM. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu mendukung program pemerintah daerah demi kemajuan Lotim, seraya menekankan pentingnya menjaga kerukunan.
“Hilangkan perselisihan, hilangkan kebencian. Jika ada yang tidak baik, maka kita luruskan, jangan menyebarkan hal yang negatif,” pungkas Ali BD mengakhiri sambutannya dengan pesan perdamaian dan persatuan yang selaras dengan semangat Muharram. (SN/01)

Comments